Khasiat Coklat – si Obat Cinta Berbonus Antioksidan

khasiat coklatCoklat sering dicap jahat bagi kesehatan. Padahal makanan favorit saat Valentine’s Day ini tidak sepenuhnya jahat. Bahkan coklat mengandung antioksidan yang efeknya sanggup mengalahkan vitamin C dan E!

Coklat dituduh sebagai makanan tinggi lemak dan gula yang berefek buruk bagi kesehatan. Padahal yang jahat itu justru “teman-teman” pendamping coklat seperti gula, mentega/margarin, krim, dan susu, yang bergabung dengan coklat saat sudah berubah menjadi blackforest cake, coklat brownies, atau permen coklat. So, dari pada terbawa kusak-kusuk yang tidak jelas, akan kita ulas apakah khasiat coklat itu baik atau tidak!

SEJARAH COKLAT – MINUMAN PEMBANGKIT CINTA

Mengapa coklat selalu diidentikan dengan kasih dan cinta? Untuk mengetahui jawabannya, kita perlu kembali ke masa ribuan tahun yang lalu. Tanaman coklat yang punya nama latin Theobroma cacao (artinya makanan para dewa) ini telah dibudidayakan oleh bangsa Indian kuno yaitu Maya, Aztec, dan Inca di lembah Sungai Orinoco di kawasan Amazon, Amerika Tengah dan Selatan, sejak 4000 tahun silam. Saat itu biji coklat menjadi mata uang yang berharga dan sesaji persembahan kepada para dewa.

Konon, Raja Montezuma, pemimpin suku Aztec yang berkuasa saat itu, sangat gandrung pada minuman coklat yang dinamai cacahuatl atau xocoatl. Minuman yang dibuat dari seduhan biji-biji coklat yang sudah digosongkan ini disuguhkan bagi raja Montezuma sebelum mengunjungi istana harem untuk menemui 600 orang istrinya. Tak tanggung-tanggung, Raja Montezuma rajin minum coklat hingga 50 gelas setiap hari demi menjaga stamina dan keperkasaannya. Dari sinilah kiprah khasiat coklat sebagai afrodisiak alias peningkat gairah seks dimulai.

Hernando cortez, penjelajah dari spanyol, berhasil menaklukan bangsa Aztec. Cortez kemudian membawa dan mempopulerkan coklat ke eropa pada tahun 1520 yang akhirnya menyebar ke seluruh dunia. Pemanfaatan coklat sebagai obat, baru dimulai tahun 1570-an oleh bangsa Yunani. Coklat dipercaya sebagai minuman yang menyejukkan dan bermanfaat untuk menurunkan demam dan disentri.

FAKTA KHASIAT COKLAT

1. Fakta Coklat – Kaya akan Antioksidan

Mauro Serafini, PhD, penelitian dari Italy’s National Institute for food and Nutritition, Roma, menyatakan bahwa khasiat coklat hitam (dark chocolate), bukan susu atau coklat putih, kaya akan antioksidan polifenol (flavonoid) dalam bentuk katekin (catechin), epikatekin, procyanidin, tannin, dan quercetin.

Efek antioksidan ini akan berkurang bila coklat hitam dicampur dengan susu. Susu akan mengganggu penyerapan antioksidan yang terkandung di dalam coklat. Karenanya, James M, Harnly, PhD, penelitian dari USDA Food Composition Lab, mengatakan bahwa coklat susu memiliki kandungan antioksidan yang paling rendah di antara jenis coklat lainnya.

Para peneliti dari Italia dan Skotlandia menemukan bahwa tingkat antioksidan dalam darah meningkat hingga 20 persen setelah mengkonsumsi 100 g coklat hitam. Para ahli dari American Health Foundation menegaskan bahwa kempuhan katekin, yang merupakan antioksidan utama di dalam coklat, dapat melindungi tubuh hampir 100 kali lebih efektif dari pada vitamin C dan 25 kali lebih ampuh dari Vitamin E.

Menurut Holland”s National Institute of Public Health and Environment, kadar katekin coklat mencapai 53,5 mg dalam 100 g coklat. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan kadar katekin teh hijau (13,9 mg/100 g) yang selama ini dielu-elukan sebagai minuman antikanker dan serangan jantung.

2. Fakta Coklat – Khasiat Coklat Menyehatkan Jantung

Selama ini kita menyalahkan coklat sebagai pemicu melambungnya kadar kolesterol. Padahal coklat murni mengandung senyawa antikolesterol. Katekin merupakan flavonoid dalam coklat yang berkhasiat melindungi dari serangan jantung dan struk dengan cara menghalangi oksidasi kolesterol “jahat” LDL sehingga darah tidak mengental dan mencegah pengendapan lemak pada dinding pembuluh darah.

Jeffrey Blumberg, PhD, Direktur Antioksidan Research Laboratory di Tuft University meneliti khasiat coklat mengatasi hipertensi. Coklat hitam (dark chocolate) yang diberikan kepada penderita hipertensi sebanyak 80 g per hari setelah 2 minggu terbukti dapat menurunkan tekanan darah. Ini ditegaskan oleh Mary B Engler, PhD, dari University of California, AS, yang mengatakan bahwa coklat berkhasiat melancarkan aliran darah dan menurunkan kadar kolesterol jahat LDL.

3. Fakta Coklat – Lemak Coklat adalah Lemak Baik

Lemak coklat (cocoa butter) bermanfaat bagi penderita hiperkolesterolemia (kelebihan kolesterol darah) karena mampu menggelontorkan gumpalan-gumpalan lemak darah. Lemak coklat mengandung asam oleat (omega-9), asam lemak tak jenuh tunggal yang bersahabat dengan jantung dan juga terkandung dalam minyak zaitun.

Kandungan asam lemak tak jenuh inilah yang membantu menurunkan kadar kolesterol “jahat”. Sayangnya karena harga lemak coklat murni relatif mahal, dalam banyak produk olahan coklat, lemak coklat baik ini sering diganti dengan minyak nabati yang lebih murah.

4. Fakta Coklat – Kandungan Coklat dapat Berfungsi Sebagai Afrodisiak

Apakah sebenarnya kandungan coklat hingga bisa mendapat predikat sebagai obat perekat cinta? Menurut penelitian University of Pittsburgh, jawabannya karena coklat mengandung senyawa Phenylethylamine yang berjasa melebarkan pembuluh darah ke otak dan meningkatkan serapan triptofan ke dalam otak yang akhirnya menghasilkan hormon serotonin dan dopamine yang mampu menimbulkan perasaan senang, relaks, bebas stress, perbaikan mood, sekaligus meningkatkan gairah seksual.

5. Fakta Coklat – Manfaat Coklat dapat Meningkatkan Kemampuan Otak

Hasil penelitian dari West Virginia’s Wheeling Jesuit University menunjukkan bahwa konsumsi coklat bermanfaat melebarkan pembuluh darah ke otak, sehingga khasiat coklat dapat memperkuat memori (ingatan), meningkatkan konsentrasi dan kemampuan memecahkan masalah.

6. Fakta Coklat – Coklat Tidak Menyebabkan Jerawat

Mitos yang beredar, banyak makan coklat menyebabkan munculnya jerawat. Kemudian mitos ini pun dites oleh penelitian dari Pennsylvania Shool of Medicine dan US Naval Academy, Amerika Serikat. Penelitian ini melibatkan sejumlah responden yang mendapatkan menu makanan terawasi plus tambahan coklat.

Hasilnya, tidak ada perbedaan nyata terhadap pertumbuhan  jerawat anatara responden yang makan coklat dengan yang tidak. Jerawat sendiri muncul karena hormon, bukan karena coklat. So, tidak usah takut jerawatan gara-gara makan coklat.

7. Fakta Coklat – Kandungan Coklat Tidak Mengakibatkan Kerusakan Gigi

Tim penelitian dari Eastman Dental Center, Rochester, Amerika Serikat, menyatakan bahwa khasiat coklat (murni tanpa penambahan gula) mampu mencegah perkembangan bakteri mulut penyebab kerusakan gigi, berkat kandungan mineral fosfat-nya yang tinggi. Jadi, yang merusak gigi bukanlah coklat, tetapi gula yang ditambahkan dalam produk coklat dan kebiasaan malas menggosok gigi setelah makan coklat.

8. Fakta Coklat – Berkhasiat untuk Memulihkan Kelelahan Setelah Berolahraga

Minum segelas coklat susu dapat membantu pemulihan setelah berolahraga. Dalam sebuah riset yang dilakukan oleh tim peneliti dari Indiana University, Amerika Serikat, para pembalap yang minum coklat susu memiliki skor daya tahan lebih baik dan skor kelelahan lebih rendah dibanding pembalap yang mengkonsumsi minuman isotonic (sport drinks).

9. Fakta Coklat – Manfaat Coklat Melembutkan Kulit

Para ahli dari Jerman meneliti khasiat coklat terhadap kesehatan kulit dengan meminta 24 wanita mengkonsumsi secangkir coklat setiap hari. Setelah 3 bulan, kulit mereka menjadi lebih halus, lembab, dan tidak bersisik. Ini disebabkan karena antioksidan flavonoid dalam coklat yang membantu melindungi dan memperlancar aliran darah di kulit, sehingga memperbaiki penampakan kulit.

Coklat

Melihat banyaknya khasiat coklat yang positif, anda tak perlu merasa berdosa lagi setelah menyantapnya. Untuk memetik manfaat sehat dari coklat, pandai-pandailah memilih jenis coklat. Dark chocolate / coklat hitam paling disarankan untuk dikonsumsi karena paling kaya antioksidan. Tapi ingat jangan berlebihan, cukup dalam jumlah sedang.

MACAM-MACAM COKLAT

Di pasar anda bisa menemukan beragam jenis coklat. Jangan keburu bingung memilih coklat. Kenali jenis coklat mana yang lebih sehat.

1. Coklat Bubuk (Cocoa)

Dibuat dari bubur coklat (chocolate liquor), hasil penggilingan biji kakao (coklat), dengan menghilangkan sebagian besar lemaknya hingga tinggal 18-23 persen. Ada dua jenis coklat bubuk, yaitu yang warnanya coklat hitam dan coklat pucat. Coklat bubuk yang warnanya pekat telah mengalami proses alkalinisasi (alkalizing), sedangkan yang warnanya pucat, tidak. Meskipun cita rasanya menjadi lebih kuat, proses alkalinisasi akan mengurangi kandungan antioksidan karena flavonoid rusak selama proses ini. Khasiat coklat sebagai sumber antioksidan pun berkurang.

2. Coklat Pahit (Bitter Chocolate)

Produk ini mengandung coklat murni, tanpa tambahan apapun. Banyak dimanfaatkan untuk campuran kue, sehingga sering disebut baking chocolate. Karena sama sekali belum ditambah gula, coklat ini juga sering disebut unsweetened chocolate. Padatan coklat ini merupakan bahan baku untuk membuat berbagai jenis coklat masak.

3. Coklat Hitam (Dark Chocolate)

Dikenal juga dengan nama plain chocolate. Warna dan aromanya paling pekat. Rasanya tidak begitu manis. Mengandung sedikitnya 70-80 persen coklat murni. Karena kandungan coklat murninya tinggi, coklat hitam kaya akan flavonoid epicathechin dan asam galat yang bermanfaat bagi kesehatan jantung. Coklat hitam merupakan salah satu jenis coklat yang cocok anda konsumsi untuk mendapatkan khasiat coklat yang baik.

4. Coklat Susu (Milk Chocolate)

Semi-sweet chocolate yang lebih banyak gula daripada padatan coklat, yaitu 12 banding  10. Coklat jenis inilah yang menjadi bahan dasar coklat manis batangan (coklat bar). Kandungan lemaknya meningkat, akibat tambahan lemak dari susu.

5. Coklat Putih (White Chocolate)

Sebenarnya produk ini tak layak menyandang nama coklat karena sama sekali tidak mengandung coklat. Coklat putih terbuat dari campuran gula, susu, lesitin, vanilla, dan bukan lemak coklat yang dimasukkan, tetapi lemak nabati lainnya karena lemak coklat cukup mahal. Coklat putih sama sekali tidak mengandung manfaat sehat coklat, justru berlimpah akan lemak.

6. Coklat Masak (Cooking Chocolate)

Coklat batangan yang juga disebut chocolate compound ini paling sering dimanfaatkan sebagai bahan dasar kue dan cake, dilelehkan untuk lapisan cake (couverture), dan campuran minuman coklat panas.

Jadi untuk anda semua yang telah membaca artikel coklat ini pasti sudah mengetahui banyak khasiat coklat yang positif. Selamat mengkonsumsi coklat untuk kesehatan anda :)

About rowyna
Saya adalah orang yang menyenangi bahasan tentang kesehatan. Saya memang bukan dokter melainkan hanya seseorang yang ingin berbagi. Semoga tulisan-tulisan saya dapat bermanfaat bagi anda. Terima kasih :)

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You might also likeclose